KOI & OCA Sepakati Pemindahan 5 Venue Asian Games 2018

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 01 Februari 2016, 09:00 WIB
KOI & OCA Sepakati Pemindahan 5 Venue Asian Games 2018
erick thohir/net
rmol news logo Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir mengatakan, dalam Komite Koordinasi (Corcom) Dewan Olimpiade Asia (OCA) dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan pemerintah, serta daerah tuan rumah Asian Games 2018, disepakati dipindahkan lima venue cabor olahraga dari tempat yang sebelumnya ditentukan.

"Cabor angkat besi, tenis meja, dan senam yang sebelumnya dipertandingkan di Palembang, dipindahkan ke Jakarta. Sementara tenis dan soft tenis yang sebelumnya akan bertanding di Jakarta, dipindahkan ke Palembang," kata Erick di Jakarata, kemarin.

Dengan demikian, Palembang akan mempertandingkan 11 cabang olahraga pada Asian Games 2018 yang terdiri dari sepakbola (eliminasi), kano, tenis, soft tenis, bola voli, dayung, menembak, triathlon, basket (eliminasi), sepak takraw, dan panjat tebing. 26 cabang olahraga lain akan dipertandingkan di Jakarta, Bandung, dan Banten.

Kepala Komunikasi Publik Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto mengatakan pertimbangan OCA menyetujui adanya perpindahan venue salah satunya terkait dengan kapasitas venue tersebut, baik untuk pertandingan maupun kapasitas penonton. Contohnya, ialah tenis yang dinilai lebih banyak lapangan yang bisa digunakan di Lapangan Tenis Bukit Asam, Palembang.

Ia mengapresiasi kepuasan peserta Corcom terhadap persiapan Asian Games 2018 yang dilakukan Indonesia. Dalam Corcom berikutnya di Jakarta 10-11 Mei mendatang, pihaknya akan lebih detail lagi menyampaikan proses persiapan Asian Games 2018, terlebih dengan adanya pekerjaan fisik yang dilakukan oleh Satuan Tugas Infrastruktur Asian Games 2018.

"Sejumlah perbaikan juga perlu kita lakukan, misalnya dari segi masterplan yang harus dilengkapi dengan Youth Asian Games, kemudian soal maskot baru yang juga harus segera dilaporkan. OCA juga meminta kami kerja keras, tapi jangan terlalu mengambil resiko agar tidak ada proses pembangunan yang molor," tutupnya.[wid]


Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA