Begitu totalnya dukungan, sehingga ada pula suporter yang mengabaikan keselamatan dan mengorbankan nyawa saat menggelorakan dukungannya. Menurut Tessa, hal tersebut tidak harus terjadi jika suporter bertindak logis dan cerdas.
Sebab menurut pengurus klub United Makes Strength (UMS) tersebut , suporter juga harus memikirkan kehidupannya.
"Kalau ada pemain yang terkena sakit atau musibah, suporter pasti perduli dengan turun tangan secara langsung atau melakukan penggalangan dana. Namun, bagaimana jika hal tersebut dialami suporter? Mudah-mudahan saja, tidak bertepuk sebelah tangan. Pemain juga harus peduli sama suporter," katanya di Jakarta, Selasa malam (30/6).
Kendati di satu sisi, menurut dia, harus diakui, selama ini para pemain sibuk sendiri dan tidak peduli sama suporter. Karena itu, suporter tidak boleh cinta mati dan wajib mementingkan kehidupan pribadi serta berpikir rasional.
"Utamanya yakni, bekerja untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup. Sebab, tidak ada yang membantu mereka selain diri sendiri," pungkas ibu dari satu putri, Jasmine Joe Alessandra Muskita.
Untuk diketahui , Endang Witarsa alias Lim Sun Yu atau Liem Soen Joe memulai karier sepakbola di klub UMS, yang saat itu masih bernama Tiong Hoa Hwee Koan Scholar Football Club. Sebagai pelatih, Endang Witarsa dikenal sebagai sosok yang sangat disegani, sangat keras, disiplin, tak segan memaki dan menghardik pemain yang malas atau tidak menjalankan instruksinya dengan baik.
Endang telah melahirkan ratusan bahkan ribuan anak didik yang sukses. Misalnya saja, Risdianto, Yudo Hadianto, Reny Salaki, Widodo C Putro, Warta Kusumah, Surya Lesmana, Iswadi Idris, dan Sucipto Suntoro.
[wid]
BERITA TERKAIT: