Sampai saat ini, Ricciardo belum menorehkan poin bagi timnya. Bahkan, saat dalam geÂlaran GP Austria, baik Ricciardo maupun rekan setimnya Daniil Kvyat tak mampu menyumbangÂkan podium kemenangan untuk pabrikan asal Inggris tersebut.
"Saya tak dapat menyembuÂnyikannya bahwa kami memang sangat kecewa dengan apa yang kami raih di (GP) Austria. Kami seharusnya mampu meraih hasil hebat di sana, karena itu adalah ruÂmah kami," ucap Ricciardo seperti dilansir
Motorsport, kemarin.
Namun begitu, Ricciardo bertekat tetap fokus melewati musim ini, dan menjadikan hasil di Austria sebagai titik balik keÂbangkitan. "Saya berjanji akan tampil mati-matian di (Sirkuit) Silverstone, dan semoga kami meraih podium kami yang perÂtama musim ini di sana," imbuh pebalap Australia berdarah Italia itu.
Adapun itu, terkait rencana tim Red Bull-Mercedes mundur dari ajang Formula One (F1) musim 2015 ditanggapi santai oleh Presiden Federasi Otomotif Internasional (FIA) Jean Todt. Secara tegas dia mempersilakan tim tersebut untuk mundur dari ajang balapan jet darat ini.
Seperti diketahui, awal musim 2015 tim Red Bull memang mengancam mundur dari keiÂkutsertaan mereka di F1.
Bahkan CEO Red Bull, Christian Horner sempat melontarkan pernyataan miring menÂgenai kinerja dari Bos F1, yakni Bernie Ecclestone, yang diniÂlainya tak mampu menjadikan F1 sebagai ajang yang mampu memberikan hiburan.
Todt pun menilai, perkataan CEO Red Bull hanyalah ucapan dari seorang pecundang, yang kerjaannya hanya mengkritik.
"Setiap apa yang dikerjakan orang lain selalu dia kritik. Seharusnya dia melakukan sesÂuatu yang lebih baik dan positif dibandingkan harus mencibir pekerjaan orang lain. Dia memiÂliki sebuah tim yang harus dikelÂola, tetapi dia justru memikirkan hal yang tak ada hubungannya dengan tim," ujarnya. ***
BERITA TERKAIT: