Dewan PSSI: Menpora Imam Sudah Menghina DPR

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 26 Juni 2015, 11:26 WIB
rmol news logo Anggota Dewan Pembina Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Dali Tahir mengaku heran terhadap langkah mantan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin yang secara terang-terangan melanggar kode etik organisasi. Tidak selayaknya Djohar memenuhi undangan Menpora Imam Nahrawi.

Menurut Dali, ini merupakan pelanggaran kesekian kalinya. Sebelumnya yang bersangkutan juga dengan sengaja mengirimkan surat ke FIFA bahwa dia masih sebagai ketua umum PSSI yang sah.

"Ini kan sudah di luar nalar kita. Padahal dia sendiri yang pada saat pelaksanaan Kongres Luar Biasa pada tanggal 18 April saudara Djohar Arifin yang saat itu bertindak sebagai Ketua Umum PSSI bertanggung jawab untuk mempersiapkan dan melaksanakan Kongres yang sesuai statuta. Kongres dilaksanakan sepengetahuan dan persetujuan yang berangkutan. Ybs juga membuka, memimpin dan menutup Kongres tersebut," paparnya.

Mantan anggota Komite Etik FIFA menilai, untuk seorang pengurus, Djohar sudah melakukan pelanggaran berat.

"Kalau di FIFA sudah tidak ada ampun. Karena sudah melanggar kode etik pengurus. Apalagi sudah dilakukan lebih dari satu kali," ucap Dali mencontohkan.

Seharusnya lanjut Dali, Djohar yang juga anggota Dewan Kehormatan PSSI konsultasi terlebih dahulu dengan ketuanya. Karena ini masalah prinsip.

"Tapi yang bersangkutan tidak melakukan hal itu. Cenderung ingin menikmati sedikit fasilitas yang mungkin ditawarkan oleh Menpora," sesalnya.

Tidak heran lanjut mantan Chairman Brisbane Roar ini, DPR tidak mengakui pertemuan itu dan menolaknya.

"Menurut saya sikap yang diperlihatkan Menpora sudah merupakan sebuah penghinaan terhadap parlemen," pungkasnya.[wid]
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA