Menurut dia, itu sudah melanggar kode etik seorang pengurus. Seharusnya yang datang dan bertemu dengan Menpora adalah ketua umum yang sah, La Nyalla Mattaliti yang secara resmi terpilih dalam Kongres Luar Biasa di Surabaya.
"Saya melihat Menpora sepertinya memang tidak memiliki niat untuk bertemu dengan La Nyalla Mattaliti. Yang lain bahwa tidak ada keinginan berupaya dari Menpora agar sanksi FIFA segera dicabut," ujarnya.
"Tindakan Menpora dengan mengundang pengurus PSSI lama sulit dicerna secara nalar atau logika akal sehat sebagai upaya menindaklanjuti perintah Komisi X DPR RI," tambahnya.
Rahim menyebut Menpora sepertinya memilih bersikap main-main dan menghindari masalah dengan cara yang melecehkan terhadap kecerdasan dan norma umum.
"Dari awal sampai sekarang saya lihat Menpora berbelit-belit. Aku lihat aneh bin ajaib," ucap Rahim heran.
Kemenpora diketahui mengundang Djohar untuk bertemu pada Selasa (22/6). Adalah Kepala Bidang Organisasi Kemenpora, Edy Nurindra, yang membeberkan hal tersebut.
Djohar diundang karena dirasa mewakili PSSI walau induk sepak bola Indonesia itu sudah berganti kepengurusan setelah para voter PSSI memilih La Nyalla di Kongres Luar Biasa (KLB), 18 April. Djohar diundang karena Kemenpora dilaporkan masih berpegangan pada Surat Keputusan per 17 April yang baru diketahui keesokan harinya. Pada 17 April, La Nyalla belum dipilih.
[wid]
BERITA TERKAIT: