"Kita tidak patok target berapa calon atlet dari 71 peserta seleksi. Yang pasti kita hanya jaring calon atlet yang memang menenuhi kreteria atau mumpuni untuk menjadi atlet," ujar Wakil Ketua III KONI Sumsel, Dhennie Zainal disela-sela menyaksikan proses seleksi.
Materi tes ada beberapa tahapan. Mulai dari tes fisik dasar, kecepatan, kekuatan power otot, serta daya tahan. "Berdasarkan hasil tesnya kita rekomendasikan mana dia cocok ada tinju, tenis lapangan, binaraga atau catur. Kebetulan empat cabor tersebut sudah tersedia sarana latihan disini," tambah mantan anggota DPRD Sumsel ini.
Anak-anak warga binaan lakukan tes fisik sama kayak atlet pada umumnya. "Ya mulai tes lari 20/30 meter, tes sit and reanch, tes vertical jump, tes push up (1 menit), dan tes sit up (2 menit). Kalau kesehatan, timbang badan, ukur tinggi badan dan tensi darah," tambah dia seperti diberitakan
RMOL Sumsel.
Dhennie tambahkan, seleksi atlet merupakan program tindak lanjut dari kunjungan KONI Sumsel ke tempat tersebut sebulan. "Jadi tes sekaligus mengetahui sejauh mana perkembangan fisik untuk jadi atlet. Anak-anak akan dijadikan atlet, jangan tanggung-tanggung. Kami datang kesini bukti keseriusan dalam rangka kepedulian dibidang olahraga. Kami minta keseriusan kalau sekarang atlet sudah jadi kebanggaan dan sumber penghasilan," terang dia.
Proses seleksi dipimpin para penguji dari KONI Sumsel, seperti, Samsul Ramel dan Iyakrus. Di sisi lain, A Faedhoni kepala lapas anak kelas II A Palembang menambahkan seleksi calon atlet anak didik lapas anak Palembang dalam rangka kerjasama dengan KONI Sumsel .
"Total anak didik kami 254 namun hanya 71 yang ikut seleksi. Kami sudah siapkan sasana tadinya anta brata berserakan sekarang sudah siap," demikian Dhennie.
[sam]
BERITA TERKAIT: