Menpora Diminta Tanggung Kerugian Klub

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 28 April 2015, 18:42 WIB
Menpora Diminta Tanggung Kerugian Klub
imam nahrawi/net
rmol news logo Perseteruhan antara Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi dan PSSI  masih terus berlanjut. Apalagi dalam pertemuan Senin (27/4) kemarin yang dihadiri Menpora Imam Nahrawi, PSSI dan perwakilan klub tidak menghasilkan keputusan apapun, bahkan pertemuan berakhir deadlock alias buntu.

Dari kedua pihak tidak ditemukan kata sepakat dengan apa yang sudah dibicarakan dalam pertemuan. Termasuk tim Persija Jakarta yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu menolak keras kalau kompetisi dikelola atas naungan tim transisi yang dibuat oleh Menpora.

"Kami ingin Menpora juga segera mencabut pembekuan PSSI, karena itu menghambat perkembangan sepak bola nasional dan tentunya Persija Jakarta," ujar Presiden Persija Ferry Paulus kepada wartawan.
 
Dampak pembekuan tersebut, selain Persija tidak bisa melaksanakan pertandingan, menurut dia, sponsor-sponsor Persija semakin menjauh dan mengurungkan niatnya. Sebab, pembekuan PSSI oleh Menpora akan mendatangkan sanksi dari FIFA terhadap sepakbola Indonesia.

"Sanksi FIFA ini soal waktu saja. Kalau Menpora tetap membekukan PSSI dan membentuk federasi tandingan, ya selesai semua," ujarnya. 

Karena itu, Ferry, atas nama klub-klub dan anggota PSSI meminta Menpora merespon tuntutan mereka. Dikatakan Ferry, jika Menpora belum juga melakukan pencabutan pembekuan PSSI hingga 1 Mei mendatang, maka Persija akan merekomendasikan kepada para petinggi PSSI untuk benar-benar mengabulkan permintaan agar kompetisi ditiadakan saja musim ini.
 
"Kami akan sarankan kepada Komite Eksekutif PSSI, untuk dengan terpaksa memutuskan kompetisi harus diberhentikan karena force major, karena dalam ketidakpastian masa depan sepakbola dan kompetisi. Dan untuk itu kami, klub-klub ISL minta Menpora harus tanggung jawab berkaitan dengan semua kerugian-kerugian yang kami alami," tambahnya.
 
Persija juga sudah muak dengan kondisi dualisme kompetisi dan federasi.

"Kami sudah pernah mengalami dualisme. Kompetisi di luar PSSI pasti tidak diakui oleh FIFA atau AFC.  Jadi mana mungkin bisa begitu saja mengambil alih PSSI melalui tim transisi. Kalau transisi itu terbentuk sama saja Menpora membuat PSSI baru dengan merampas kepengurusan sebelumnya dengan cara yang salah. Bukan begitu?," ujar Ferry.
 
Persija berharap Menpora bersifat legowo dan mementingkan kepentingan masyarakat.

"Menpora itu adalah mitra PSSI, jangan posisikan Menpora sebagai atasan PSSI yang mengatur sesukanya, justru Menpora harusnya menggandeng PSSI dengan baik," tandasnya.[wid]
 
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA