Uruguay tampil pede di haÂdapan pendukung sendiri. MereÂka turun dengan kekuatan penuh. Trio bomber: Edinson Cavani, ForÂÂlan, dan Luis Suarez menÂÂjadi starter. Tak heran taÂmuÂnya keteteran menghadapi seÂraÂngan tuan rumah.
Bek Martin Caceres membuka keran gol timnasnya saat laga baÂru berjalan 12 menit. Caceres mamÂpu memaksimalkan umpan dari Forlan lewat tandukan keras yang tak mampu dihadang kiper Pavel Londak.
Ketinggalan satu gol, Estonia berusaha mengejar dan tampil lebih agresif. Namun sampai tuÂrun minum, tak ada lagi gol yang terjadi. Tanda–tanda kekalahan Estonia mulai terlihat saat untuk kedua kalinya gawang mereka kebobolan. Sepak pojok Forlan 10 menit setelah jeda salah diantisipasi oleh Mikk Reinham yang justru memasukkan bola ke gawang sendiri.
Forlan lagi–lagi menjadi kreÂator gol Uruguay. Untuk ketiga kaÂlinya Londak harus memungut bola dari gawangnya setelah striÂker Atletico Madrid itu memÂberi umpan kepada Nicolas Lodeiro, dan gelandang serang Ajax AmÂsterdam itu menuntaskannya deÂngan manis saat laga tersisa 19 meÂnit. Papan skor akhirnya tidak berÂubah sampai wasit meniup peÂluit berakhirnya pertandingan.
Laga kontra Estonia menjadi laÂga persahabatan terakhir semiÂfinalis Piala Dunia 2010 sebelum berlaga di ajang Copa America di Argentina, bulan depan. KeÂmenangan besar ini menambah semangat skuad besutan Oscar Tabarez, mengingat di empat laga sebelumnya mereka gagal meraih kemenangan.
Sementara bagi Estonia, keÂkaÂlahan ini menjadi kekalahan keÂdua mereka dalam tur ke AmeriÂka Selatan kali ini. Armada TarÂmo Ruutli sebelumnya dipecunÂdaÂngi 4-0 oleh Chile.
Di laga persahabatan lainÂnya, benÂtrok dua tim latin haÂnya berÂakhir imbang tanpa gol dalam perÂÂsiapan terakhir meÂreka meÂnuÂju Copa America. PaÂraguay dan ChiÂle tak mampu membuat gol dalam laga yang dimainkan di AsunÂcion, kanÂdang Paraguay. [rm]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: