Berdasarkan data penutupan pasar pada Jumat, 27 Maret 2026, logam mulia seperti emas dan perak terpantau kompak menguat, sementara tembaga masih berjuang di zona merah.
Emas kembali menunjukkan taringnya sebagai aset aman (safe haven) akibat aksi beli saat harga turun setelah melemah di awal pekan
Emas Spot: Ditutup menguat 2,63 persen ke level 4.495,05 Dolar AS per troy ons. Kenaikan ini menunjukkan kembalinya minat beli investor di pasar fisik dan transaksi langsung sebagai antisipasi ketidakpastian ekonomi global.
Emas Berjangka AS (April 2026): Tercatat juga mengalami kenaikan di kisaran 4.481,50 Dolar AS hingga 4.505,20 per troy ons. Meskipun sempat fluktuatif di awal sesi, kontrak berjangka untuk pengiriman April ini berhasil menguat mengikuti tren positif harga spot.
Tak mau kalah dengan emas, perak juga mencatatkan performanay. Harga perak ditutup naik 2,24 persen di posisi 69,58 Dolar AS per troy ons.
Secara mingguan, logam ini tumbuh stabil di angka 2,95 persen. Menariknya, jika ditarik garis satu tahun ke belakang, perak menjadi komoditas dengan lonjakan paling tajam, yakni meroket hingga 104,13 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kondisi berbeda justru dialami oleh tembaga. Sebagai logam yang sangat bergantung pada aktivitas industri, tembaga menutup perdagangan Jumat dengan koreksi tipis 0,27 persen ke level 5,43 Dolar AS.
BERITA TERKAIT: