Neymar menjadi aktor kemeÂnangan lewat satu golnya saat Santos menaklukkan Penarol 2�"1 (0-0) di partai pamungkas leg dua yang digelar di Pacaembu, Sao Paulo, kemarin pagi WIB.
Santos meraih kemenangan deÂngan keunggulan agregat kaÂreÂna di leg pertama partai final di Montevideo minggu lalu, duel kedua tim berakhir imbang tanpa gol. Gelar tersebut menjadi gelar ketiga Santos di turnamen antarÂklub terbaik di Amerika Latin itu. Dua kesuksesan pertama terÂjadi di tahun 1962 dan 1963.
Bomber yang dikabarkan menÂdekat ke Real Madrid itu menÂjadi pembuka gol Santos di menit 47. Santos menggandakan keungÂgulan jadi 2�"0 menit 68 lewat Danilo SilÂva. PenaÂrol berhasil memperkecil keterÂtingÂgalan jadi 1�"2 di menit 80 setelah pemain SanÂtos, Durval menÂceploskan boÂla masuk gaÂwangÂnya sendiri.
“Ini adalah hari paling memÂbaÂhagiakan selama saya berkarir. Saya telah mencetak sejarah!†ujar Neymar usai pertandingan.
Duel ini sedikit tercoreng deÂngan aksi perkelahian antarÂpeÂmain jelang akhir pertandingan. Sejumlah pemain Santos yang sedang merayakan kemenangan di lapangan kaget melihat salah satu fans mereka dikejar pemain Penarol ke tengah lapangan.
Pemain Santos meresponnya dengan menendang pemain PeÂnarol. Alhasil terjadi perkelahian antara pemain serta ofisial SanÂtos dengan Penarol. Bahkan, NeyÂÂÂmar juga terlihat berusaha menginjak salah satu pemain PeÂnarol yang sudah tersungkur di lapangan. Beruntung perkelaÂhian salam paham tersebut tidak berlangsung lama. Penyerahan trofi yang dilakukan legenda Brazil, Pele, berjalan lancar.
[rm]
BERITA TERKAIT: