Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

LPI Jangan Terpengaruh Kisruh PSSI

Kamis, 23 Juni 2011, 01:57 WIB
LPI Jangan Terpengaruh Kisruh PSSI
Liga Pen­didikan Indonesia (LPI)
RMOL. Menpora Andi Malla­rangeng berharap Liga Pen­didikan Indonesia (LPI) diharapkan terus berjalan meskipun kisruh organisasi PSSI belum berakhir. Me­nurutnya, pembinaan usia mu­da jauh lebih penting un­tuk memunculkan pemain-pemain muda berbakat un­tuk masa depan.

“LPI diharapkan jalan terus. Atlet tetap dapat ber­latih dan berprestasi,” kata Menpora dalam pembukaan Worskhop Manajemen Pe­nye­lenggaraan LPI Piala Pre­siden di Jakarta, Selasa malam.

Menpora juga melihat pem­­binaan untuk usia muda agar tetap berjalan walau­pun kisruh organisasi PSSI be­lum berakhir. Ia berharap kong­­res dapat sukses se­hing­­ga terbu­ka lembaran ba­ru se­pak bola nasional. Da­ri even LPI kali kedua ini diharap­kan muncul bibit ung­gul se­hingga Indo­nesia ke depan­nya mampu men­jadi juara di ASEAN, berbi­cara di Asia dan dapat lolos di putaran final Piala Du­nia mendatang.

Worskhop manajemen penyelenggaran LPI ber­lang­sung hingga hari ini, di­ikuti 32 perwakilan provin­si, minus Kepulauan Riau. Mereka adalah pelaksana LPI Piala Presiden dari Di­nas Pendidikan dan Dinas Pe­muda dan Olahraga serta pengurus provinsi PSSI.

Workshop ini ditujukan untuk menyeragamkan tata pelaksanaan Liga Pendidi­kan Indonesia mulai tingkat provinsi hingga nasional. Acar­a pembukaan dihadiri Plt Sekjen Komite Norma­lisasi PSSI Joko Driyono ser­ta Ketua DPR RI Marzu­ki Alie.

Sementara Marzuki yang diplot membuka pembekal­an ke­pa­da peserta workshop menga­takan sudah saatnya sepak bola nasional mendu­kung pe­­nuh berbagai upaya pem­bi­naan pemain muda.

Marzuki menyorot agar anggaran LPI dipergunakan sebaik mungkin. Dia juga menilai untuk kompetisi ISL agar tidak untuk pemain asing karena kuota pemain yang banyak sehingga pe­main lokal tak dapat berkem­bang.

Workshop diawali laporan Ketua LPI Piala Presiden Prof Toho Cholik Mutohir yang memaparkan laporan pelaksanaan kejuaraan yang telah menyelesaikan putaran kabupaten/kota Mei lalu dan memasuki putaran provinsi dan putaran nasional, Juli dan September mendatang.

Toho juga menjelas­kan pelaksanaan LPI Piala Presiden tingkat kabupaten/kota diikuti tim-tim dari 7.324 sekolah SMP dan SMA. Masing-masing terdi­ri dari 3.738 SMP serta 3.586 SMA sederajat, dengan jum­lah pemain 25 orang dalam setiap tim sekolah sesuai atu­ran pertandingan yang di­tetapkan oleh panitia nasio­nal, berarti LPI Piala Presi­den musim 2010-2011 untuk tingkat kabupaten/ kota di­ramaikan oleh keterlibatan 183.100 siswa.   [rm]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA