Selamat Idul Fitri Mudik

Harga Emas Dunia Terkoreksi di Tengah Spekulasi Suku Bunga

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 30 Maret 2026, 08:24 WIB
Harga Emas Dunia Terkoreksi di Tengah  Spekulasi Suku Bunga
Ilustrasi (Artificial Inteligence)
rmol news logo Harga emas mengalami penurunan hampir 1 persen ke level kisaran 4.450 Dolar AS per ons pada perdagangan Senin. 

Koreksi ini menghapus sebagian keuntungan yang sempat diraih pada sesi sebelumnya, di saat ketegangan di Timur Tengah kini memasuki pekan kelima tanpa tanda-tanda deeskalasi.

Situasi di wilayah tersebut kian memanas setelah keterlibatan militan Houthi dari Yaman yang didukung Iran mulai menyerang Israel secara intensif selama akhir pekan. 

Selain ancaman langsung ke wilayah darat, kelompok ini memiliki kapabilitas untuk mengganggu jalur perdagangan di Laut Merah serta menargetkan infrastruktur energi vital di Arab Saudi. 

Di sisi lain, kehadiran tambahan pasukan Amerika Serikat di kawasan tersebut memperkuat laporan bahwa militer AS tengah bersiap untuk potensi operasi darat jangka panjang.

Secara akumulatif, harga emas telah merosot lebih dari 15 persen dari titik puncaknya di bulan Maret. Fenomena ini dipicu oleh beberapa faktor fundamental; yaitu kekhawatiran inflasi di mana lonjakan harga minyak mentah akibat konflik menimbulkan kecemasan akan inflasi yang berkepanjangan.

Kondisi inflasi memperkuat ekspektasi bahwa bank-bank sentral utama akan mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga untuk menstabilkan ekonomi.

Memasuki kuartal kedua 2026, para pelaku pasar kini mulai mencermati data ketenagakerjaan dan indeks harga konsumen (CPI) terbaru. 

Emas masih berjuang mencari titik jenuh jual (oversold) karena investor lebih cenderung mengalihkan aset ke safe haven lain seperti Dolar AS yang tetap perkasa akibat kebijakan moneter ketat (hawkish) dari Federal Reserve. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA