Sentimen investor tertekan setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah menembakkan rudal ke Israel, menandai keterlibatan langsung pertama mereka dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Eskalasi ini memperbesar kekhawatiran pasar terhadap risiko perang yang semakin meluas.
Dikutip dari
CNBC International, indeks Kospi Korea Selatan anjlok lebih dari 5 persen, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun sekitar 3,97 persen. Jepang juga mengalami pelemahan signifikan, dengan indeks Nikkei 225 merosot 3,97 persen dan Topix turun 3,9 persen. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 terkoreksi 1,46 persen.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 24.630, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 24.951,88.
Tekanan di pasar saham ini terjadi bersamaan dengan lonjakan harga minyak. Pada perdagangan awal Asia, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,58 persen ke level 102,19 Dolar AS per barel.
BERITA TERKAIT: