Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Pemilihan Ketum Tetap Sistem Manual

Selasa, 21 Juni 2011, 05:46 WIB
Pemilihan Ketum Tetap Sistem Manual
RMOL. Wacana penggunaan elec­tro­nic voting (e-voting) dalam pemilihan Ketua Umum, Wa­kil Ketua Umum, serta ang­go­ta Komite Eksekutif PSSI pe­riode 2011-2015, dibantah Ko­­mite Normalisasi (KN). Me­­nu­rut anggota KN, Joko Dri­­yono  E-Voting  hanya digu­na­kan untuk memberikan res­pon pada  jawaban Yes, No atau ab­stain.

Menurut anggota KN, Joko Driyono, penerapan e-voting untuk memilih pengurus baru PSSI seperti yang ramai dibi­carakan saat ini, sebetulnya ti­dak pernah dibicarakan oleh Ko­mite Normalisasi PSSI. Me­­nurut Joko, wacana terse­but ti­dak pernah direncanakan lantar­an bertentangan dengan Statuta.

“Saya pastikan tidak. Ka­rena mekanisme pemilihan ha­rus dengan sistem manual me­ngikuti tata cara atau pro­sedur pemilihan yang sudah ditu­ang­kan dalam electoral code FI­FA. Yaitu ada kertas suara, me­nulis nama, masuk bilik  suara kemudian dihitung. Thats all. Tidak ada skenario lain ten­tang itu,” ujar Joko Driyono di Kantor PT Liga Indonesia, ke­marin.

Menurut Joko, adanya tudi­ngan soal penerapan e-voting dalam memilih Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan ang­gota Komite Normalisasi yang bakal digunakan Komite Nor­malisasi sebagai skenario yang akan dilakukan Komite Nor­ma­­lisasi dinilai Joko terlalu ber­­lebihan.

“Tidak ada skenario apapun. Oleh karenanya e-voting bukan skenario untuk pemilihan Ke­tua Umum, Wakil Ketua Um­um dan anggota Komite Ekse­ku­tif PSSI,” ujar Joko.

Joko menambahkan secara prin­sip tidak ada hal baru ten­tang kongres dan persidangan mendatang. Wacana e-voting itu diutarakan oleh Ketua Ko­mite Normalisasi PSSI Agum Gume­lar sepulang acara kong­res FI­FA  melihat Electronic Voting itu tata cara kemudahan kong­res, dan administratur kong­res.  E-voting itu bukan digunakan untuk pemilihan ketua umum.

“Agum melihat e-vooting, dab beliau bilang sistem  ini  bagus. Eh kemudian ber­kembang di publik seolah-olah ini akan digunakan untuk mekanisme pemilihan. Saya pastikan tidak,” ujarnya.

Seperti diketahui, wacana e-vooting ini muncul dari Agum  yang meni­lai penggunaan pemi­lihan seca­ra elektronik ini bisa diterapkan un­tuk menghindari kericuhan. Sis­tim pemilihan ini yang dite­rap­kan dalam kongres FIFA.   [rm]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA