Inggris kurang diunggulkan setelah Spanyol menurunkan tim terbaiknya. Dua pemain saat SpaÂÂnyol memenangi Piala Dunia 2010, Juan Mata dan Javier MarÂtinez, plus trio Barcelona Jeffren, Bojan Krkic dan Thiago AlcanÂtara, menÂjadi starter. Di bawah mistar berdiri kiper tangguh DaÂvid de Gea.
Sementara St George Cross meÂngandalkan striker muda ChelÂsea Daniel Sturridge untuk menembus pertahanan Spanyol. Pelatih Stuart Pearce menduetÂkanÂnya dengan Welbeck.
Dengan skuad yang lebih soÂlid, Spanyol diyakini mampu meÂmenangkan pertandingan. PreÂdiksi hampir menjadi kenyaÂtaÂan saat Ander Herrera memboÂbol gawang Inggris yang dikawal Frank Fielding di menit ke-14.
Berawal dari sepak pojok yang dilakukan Thiago, bola meluncur ke depan gawang dan disundul oleh kapten Martinez. AnÂder yang tidak terkawal meneÂrusÂkanÂnya dengan sundulan pula tanÂÂpa bisa dihentikan oleh Fielding.
Babak kedua menjadi kebangÂkitan Inggris. Meski dominasi SpaÂÂnyol masih berlanjut, namun Inggris tetap mampu mengatasi tekanan dan berupaya mengejar ketinggalan. Berbagai peluang meÂreka dapatkan, yang sayangÂnya tak bisa dimanfaatkan dengÂan baik. Upaya Singa-singa MuÂda akÂhirnya membuahkan hasil di menit ke-87 lewat sepakan Welbeck.
“Spanyol memang menguasai pertandingan terutama di babak pertama. Kami lebih banyak berÂtahan. Lawan memang menguaÂsai bola. Tapi manajer meneÂgaskan kami memiliki peluang lebih baik. Meski menguasai perÂmaiÂnan, tapi mereka jarang menÂdaÂpat peluang untuk menÂcetak gol,†jelas Welbeck.
Persaingan di Grup B dengan demikian makin ketat. Ceko berÂtengger di puncak klasemen dengan nilai 3 seteÂlah mengÂalahkan Ukraina 2-1, beÂberapa jam sebelumnya. DiÂsuÂsul SpaÂnyol dan Inggris yang saÂma-sama memiliki poin satu.
[rm]
BERITA TERKAIT: