Banyak yang menganggap gelar Piala FA hanyalah gelar kelas dua atau pialanya para pemain cadangan. Namun, enam tahun lalu gelar Piala FA berimplikasi besar bagi sejarah Chelsea. Setelah menjuarai Piala FA dengan mengalahkan Liverpool, Chelsea kemudian mengakhiri puasa gelar liganya selama 50 tahun.
Pengalaman Chelsea ini tampaknya akan memicu semangat Manchester City dalam memenangkan Piala FA. Manchester City akan menghadapi Stoke City di stadion Wembley dalam partai final Piala FA besok (Minggu, 15/5).
Sikap optimisme ini disampaikan oleh pelatih si Biru Langit, julukan Manchester City, Roberto Mancini.
Pelatih berkebangsaan Italia ini mengatakan bahwa City telah mengamankan posisi empat besar di Liga Primer Inggris maka, fokus City kali ini adalah menjuarai Piala FA. Jika City memenangkan gelar ini maka akan berimplikasi baik bagi prestasi City.
"Sekarang saatnya kita memenangkan (piala)," kata Mancini seperti dikutip ESPN (Minggu, 14/5).
Kabar gembira datang dari penyerang City, Carlos Teves yang dikabarkan telah sembuh dari cidera. Kehadiran Teves akan membuat serangan City menjadi lebih agresif. Namun bukan berarti Stoke City mudah untuk dikalahkan.
Stoke memiliki gaya permainan yang keras dan tak kenal kompromi. Setidaknya itu yang membuat pelatih Arsenal, Arsene Wenger, menyamakan gaya permainan Stoke dengan permainan rugby.
Namun, Mancini menyebut bahwa gaya sepak bola yang diterapkan Stoke adalah sesuatu yang wajar dalam sepak bola.
"Saya pernah bermain melawan Stoke (sebanyak) lima kali dan kami punya masalah dalam setiap pertandingannya dan yang jelas tidak mudah untuk mengalahkan mereka. tapi mereka (Stoke) tahu untuk menang mereka harus bermain 200 persen dan saya yakin mereka akan melakukan itu," ujar Mancini dikutip Tribalfootball. [guh]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: