Xavi membuka kemenangan menit 19, yang sempat dibalas Marius Stankevicius menit 57. Bunuh diri Tajas Kijankas meÂnit 70 membuat Spanyol kemÂbali unggul. Derita Lithuania diÂtamÂbahi Juan Mata yang menÂÂcetak gol tujuh menit sebeÂlum bubaran.
Kendati menang, Spanyol meÂngeluhkan kondisi lapangan tuan rumah yang memaksa mereka bermain di atas pasir. UntungÂnya, tak mempengaruhi perforÂma La Furia Roja untuk meÂnyemÂpurnakan rekor kemenaÂngan.
“Ini sungguh menyedihkan. Lapangan menggunakan pasir. Ini tahun 2011 dan kami bermain di lapangan yang masih seperti itu. Ini sungguh menyedihkan bagi sepakbola,†ujar Xavi.
Hasil itu menjadikan Spanyol melanjutkan rekor sempurna dan mengukuhkan posisi di puncak klasemen Grup I. DengÂan meÂngoleksi 15 poin, Spanyol ungÂgul enam poin dari rival terÂdekat, Ceko. Peluang mereÂka untuk lolos ke putaran final juga makin terbuka.
Pesta Gol lagiSementara dari Amsterdam Arena, lawan Spanyol di final Piala Dunia Afrika Selatan, BeÂlanda, kembali membantai HoÂngaria. Delapan gol terjadi saat Der Oranje mempecundangi The Magyars 5–3 (1-0). Pada partai sebelumnya akhir pekan lalu Belanda menang 4-0 atas lawan yang sama.
Gol-gol Belanda dihasilkan Robin Van Persie menit 13, WesÂley Sneijder (61), Ruud van NisÂtelrooy (73) dan dua gol dari Dirk Kuyt (78 dan 81). Sedang Hongaria menghasilkan gol leÂwat Gergely Rudolf menit 46, ZolÂtan Gera menit 50 dan 75.
Sama seperti Spanyol, kemeÂnangan ini membuat Belanda kian mantap di puncak klasemen Grup E dengan 18 poin dari enam pertandingan.
“Pertandingan ini sangat heÂbat. Kami tampil buruk hari ini. Namun yang penting kemÂbali meraih tiga poin. Pertahanan kami tak bagus. Jika seperti ini lagi, semua tim pasti bisa menÂcetak gol ke gawang kami,†anaÂlisa Kuyt yang melihat lemahnya pertahanan tim.
[RM]
BERITA TERKAIT: