Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Melempemnya Sikap Indonesia Atas Agresi AS Bikin Iran Meradang

Berujung Tertahannya Kapal Pertamina di Selat Hormuz

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Senin, 30 Maret 2026, 02:20 WIB
Melempemnya Sikap Indonesia Atas Agresi AS Bikin Iran Meradang
PLE Priatna. (Foto: YouTube Forum Keadilan TV)
rmol news logo Tertahannya kapal tanker Pertamina di Selat Hormuz menandakan adanya hubungan yang dingin antara Indonesia dengan Iran. Sementara di lain sisi, banyak negara-negara yang sudah diperbolehkan kapalnya melintasi Selat Hormuz, namun Indonesia belum.

Menurut mantan Diplomat RI, PLE Priatna, Indonesia sebagai penduduk muslim terbesar seharusnya turut mengutuk agresi militer AS-Israel ke Iran yang menewaskan pimpinan tertingginya Ayatollah Ali Khamenei.   

“(Pemerintah) kita tidak memberikan sebuah pernyataan yang keras atas tindakan agresi Amerika dan atas pembunuhan, asasinasi politik keluarga Ali Khamenei. Kita tidak berani ngomong apa-apa. Itu tidak lazim dong,” kata Priatna dikutip dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Minggu malam, 29 Maret 2026.

“Kenapa kita jadi tiba-tiba tidak berani? Indonesia yang bebas aktif, ya kan, dulu galak, kok ini sekarang jadi melempem? Menlunya gimana ini memberi masukan,” tambahnya menegaskan.

Selain itu, lanjut Priatna, Indonesia juga terlihat telat dalam menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei hingga ucapan selamat atas dilantiknya Mojtaba Khamenei.   

Diplomat yang pernah bertugas di Beijing dan Tokyo ini mengendus melembeknya sikap Indonesia karena keikutsertaan dalam Board of Peace (BoP) yang diinisiasi AS serta perjanjian dagang.

“Itu membuat kita seperti kagok ataupun bingung. Yang sebetulnya tidak perlu. Kalau ini kita dengan BoP, tidak berarti kita tidak boleh mengutuk serangan, agresi Amerika yang jelas melanggar Piagam PBB dan melanggar hukum internasional,” jelasnya.

“Begitu juga yang lain kan dilakukan dalam proporsi yang sama. Indonesia berani bicara mengenai pelanggaran Piagam PBB.  Indonesia berani menyatakan bahwa tidak boleh dibenarkan adanya pembunuhan politik. Ini kan modus yang dilakukan Mossad dan IDF. Israel yang selalu melakukan pembunuhan politik, nah kita sampaikan,” tandasnya. rmol news logo article


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA