Pelatih Timnas Indonesia AlÂfred Riedl mengatakan, menÂjelang keberangkatan ke Hongkong, kemarin pagi, ujiÂcoÂba internasional di luar InÂdoÂnesia memang sangat diÂbuÂtuhkan pemain. Apalagi, skuad Indonesia bermaterikan peÂmain-pemain muda yang misÂkin pengalaman internasional.
Dengan menjalani peÂrtaÂnÂdingan di Hongkong, diÂhaÂrapÂkan pemain-pemain InÂdonesia bisa lebih matang saat mengÂhadapi laga sesungguhnya nanÂÂti di Palembang. Timnas InÂÂdoÂnesia akan menjamu TurÂkÂmenistan di Stadion Gelora BuÂmi Sriwijaya Palembang, pada 23 Februari mendatang, dalam laga perdana Pra OlimÂpiade.
Kelemahan tim Indonesia saat ini, kata Riedl, memang terÂletak pada kemampuan inÂdividu pemain. Hal itu karena peÂmain tidak memiliki dasar yang kuat saat masih usia dini. Di Eropa, pemain usia 6-7 tahun sudah mendapat fasilitas yang bagus di SSB sehingga ketika mereka remaja sudah puÂnya skil inÂdiÂvidu yang mumÂpuni.
Timnas Indonesia, Selasa (8/2) pagi, bertolak ke HongÂkong melalui Surabaya dengan penerbangan Garuda 302 puÂkul 06.00. Dari sana, tim meÂlanÂjutkan perjalanan dengan Garuda 874 Surabaya-HongÂkong pada pukul 09.05.
Sebanyak 22 pemain diÂserÂtakan dalam lawatan singkat ke Hongkong. Mereka terdiri dari tiÂga penjaga gawang, lima peÂmain belakang, tujuh pemain tengah, dan tujuh pemain deÂpan. Mereka di antaranya; adaÂÂlah, kiper: Kurnia Meiga HerÂmansyah, Andritany ArdhiÂyaÂsa, Muhamad Ridwan, atau pÂeÂmain belakang: Rachmat LaÂtif, Gunawan Dwi Cahyo, atau Seftia Hadi.
Keberangkatan timnas ke Hongkong semula akan dipimÂpin langsung manajer tim Adjie Massaid. Namun, maÂnaÂjer flamboyan itu harus menÂghadap Sang Khalik pada SabÂtu (5/2) lewat tengah malam lalu karena serangan jantung. Tekad (alm) Adjie agar IndoÂnesia menang di Hongkong diÂlÂanjutkan Aga Bakrie dan kaÂwan-kawan.
“InÂsya Allah saya akan berÂjuang keras untuk meÂnunaikan tekad Mas Adjie semasa hiÂdup,†kata Aga, asisten maÂnaÂjer Timnas U-23 seÂbeÂlum berÂtoÂlak menuju HongÂkong, keÂmarin.
[RM]
BERITA TERKAIT: