Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 01 September 2026, 15:39 WIB
Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama Abu Rokhmad (Foto: RMOL/Reni Erina)
Kecil Besar
rmol news logo Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 di Semarang, Jawa Tengah, mulai memasuki tahap akhir persiapan. 

Digelar pada 11-20 September 2026, ajang tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi membaca dan memahami Al Quran, tetapi juga menjadi ruang regenerasi ulama dan penggerak ekonomi masyarakat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama Abu Rokhmad mengatakan seluruh persiapan teknis dan nonteknis, termasuk venue, hampir rampung. Sebanyak 2.242 peserta dijadwalkan mengikuti MTQN XXXI, terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan.

Menurut Abu, salah satu misi penting MTQN adalah menyiapkan generasi yang memiliki penguasaan ilmu Al Quran sekaligus karakter yang kuat. Dari delapan cabang yang diperlombakan, peserta tidak hanya diuji dalam kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga tafsir, pemahaman, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah.

“MTQN ini sangat erat kaitannya dengan pembentukan akhlak, kedisiplinan, moderasi, dan inklusivitas, serta bagaimana menjadikan mereka sebagai hamba sosial sekaligus pejuang tugas bangsa,” ujar Abu dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Ia mengatakan, kebutuhan regenerasi ulama menjadi perhatian karena sejumlah bidang keilmuan Al Quran belum memiliki jalur pendidikan yang memadai. Salah satunya bidang tilawah yang belum banyak ditopang program studi khusus di perguruan tinggi maupun pesantren.

Karena itu, MTQN diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pengaderan yang lebih sistematis melalui jalur kompetisi.

Selain aspek keilmuan, Kemenag ingin memanfaatkan MTQN untuk menggerakkan ekonomi daerah. Berbagai kegiatan pendukung seperti pameran UMKM, pariwisata, kuliner, bazar, dan pasar rakyat akan mengutamakan produk lokal.

Abu mencontohkan penyelenggaraan MTQ sebelumnya di Kendari yang disebut menghasilkan perputaran uang sekitar Rp500 miliar selama kegiatan. Ia berharap dampak ekonomi serupa dapat dirasakan masyarakat Semarang dan Jawa Tengah.

Di sisi lain, MTQN juga diarahkan membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan. Kemenag ingin nilai-nilai Al Quran tidak berhenti pada hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama, tetapi juga tercermin dalam cara manusia menjaga alam.

“Kami juga ingin mendorong agar MTQN mampu membangun kesadaran terhadap lingkungan dan ekologi. Selain berkaitan dengan tema dan praktik ramah lingkungan, MTQN juga mengajarkan bahwa mencintai Al Quran berarti juga merawat bumi sebagai amanah Tuhan,” katanya. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA