Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, terdapat dua layanan LRT yang beroperasi dengan karakteristik tersendiri, yaitu LRT Jakarta dan LRT Jabodebek.
Meskipun sama-sama menjadi andalan transportasi publik, keduanya memiliki perbedaan signifikan dari segi pengelola, teknologi, rute, kapasitas, hingga tarif.
Berikut adalah rincian perbedaan utama antara LRT Jakarta dan LRT Jabodebek:
Pengelola dan Asal ProyekLRT Jakarta dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dengan pembiayaan murni dari APBD.
LRT Jabodebek dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sebagai bagian dari proyek strategis nasional yang keretanya diproduksi oleh PT INKA Indonesia.
Teknologi dan Sistem KeretaRangkaian kereta LRT Jakarta diproduksi oleh Hyundai Rotem asal Korea Selatan dan dilengkapi teknologi articulated bogie yang membuat kereta mampu mengikuti kontur jalur saat melewati tikungan tajam dengan aman.
LRT Jabodebek menggunakan sistem kelistrikan Listrik Aliran Bawah (LAB) serta memanfaatkan rel ketiga atau Third Rail untuk mengoperasikan rangkaian keretanya.
Cakupan Rute dan Kapasitas Angkut
LRT Jakarta memiliki panjang lintasan tahap 1 sejauh 5,8 km dengan kapasitas daya tampung 270 penumpang per kereta.
LRT Jabodebek memiliki jangkauan lintas yang lebih luas mencakup Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi dengan panjang lintasan mencapai 44,3 km serta kapasitas hingga 1.308 penumpang per kereta.
Kebijakan Tarif
LRT Jabodebek memberlakukan tarif berbeda saat jam sibuk (peak hour pada hari Senin–Jumat pukul 06.00–08.59 WIB dan pukul 16.00–19.59 WIB) dengan tarif maksimal Rp20.000.
Pada akhir pekan, hari libur nasional, serta di luar jam sibuk (off peak hour), LRT Jabodebek mengenakan tarif maksimal Rp10.000.
Jam Operasional Harian
LRT Jakarta melayani penumpang setiap hari mulai pukul 05.30 WIB hingga pukul 23.00 WIB.
LRT Jabodebek beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 23.27 WIB.
Dengan mengenali perbedaan karakteristik tersebut, pengguna dapat memilih layanan transportasi publik yang paling tepat untuk mendukung aktivitas perjalanan sehari-hari.
BERITA TERKAIT: