Blissful Mawlid 1448 H, Kemenag Gelar 10 Agenda Keagamaan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 04 September 2026, 07:47 WIB
Blissful Mawlid 1448 H, Kemenag Gelar 10 Agenda Keagamaan
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad (RML/Reni Erina)
Kecil Besar
rmol news logo Kementerian Agama menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 H melalui rangkaian kegiatan bertajuk Blissful Mawlid 1448 H.

Rangkaian kegiatan ini tidak hanya berupa seremoni, tetapi juga mencakup selawat, zakat, kepenghuluan, perkawinan, ketahanan keluarga, literasi Al Quran, hingga ilmu falak.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan Blissful Mawlid diharapkan menjadi gerakan yang menumbuhkan kecintaan dan keteladanan kepada Rasulullah saw. di tengah masyarakat.

“Ditjen Bimas Islam melaksanakan kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga gerakan masyarakat secara luas. Semoga gerakan ini menjadi gerakan dari Sabang sampai Merauke dan meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw.,” ujar Abu dalam rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 H di Jakarta, dikutip Jumat, 4 September 2026.

Rangkaian Blissful Mawlid berlangsung sejak akhir Agustus hingga Oktober 2026. Salah satunya adalah Gema Selawat Kebangsaan yang digelar pada 31 Agustus hingga 7 September 2026. Kegiatan ini menargetkan 1.781.945 peserta untuk membaca Dala’il al-Khayrat. Angka tersebut terinspirasi dari tanggal Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.

Peluncuran gerakan tersebut dirangkaikan dengan Ijazah Kubra pembacaan Dala'il al-Khayrat oleh Sidi Idris al-Fihri al-Fasi, Wakil Rektor Universitas al-Qarawiyyin sekaligus Pimpinan Zawiyah Fasiyah, Fes, Maroko. Kegiatan ini juga diisi ceramah Maulid oleh Habiburrahman El-Syirazi serta sambutan dan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Di bidang zakat, Kemenag menggelar BeZakat 2026 pada 24 Agustus hingga 7 September 2026. Program hasil sinergi Kemenag, BAZNAS RI, dan LAZ se-Indonesia ini melibatkan 21 perguruan tinggi untuk membantu mahasiswa dari keluarga mustahik. Bantuan yang diberikan meliputi pembayaran UKT, biaya hidup, laptop, hingga pembinaan.

Untuk layanan perkawinan, Kemenag menggelar Expert Meeting Penghulu pada 24-27 Agustus 2026 di Nganjuk, Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan Nikah Massal Blissful Mawlid 1448 H pada 5-6 September 2026 bersama Yayasan Mutia Hatta.

Penguatan ketahanan keluarga dilanjutkan melalui Tasyakur Maulidur Rasul dan NASUHA 2026: National Symposium of Ulama and Penghulu pada 9-10 September 2026 di Buntet Pesantren, Cirebon. Tasyakur dikemas dalam format Nada dan Dakwah, sedangkan NASUHA menjadi forum dialog antara ulama dan penghulu untuk memperkuat keluarga yang sakinah dan maslahah.

Rangkaian selanjutnya adalah MTQ Nasional ke-31 yang berlangsung pada 11-20 September 2026 di Semarang dengan tema “Menebar Cahaya Al Quran dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban”.

Setelah itu, MABIMS Islamic Astronomy Workshop digelar pada 10-12 Oktober 2026 di Observatorium Bosscha. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Car Free Day SIGAP MAS pada 25 Oktober 2026 di kawasan Hotel Grand Sahid untuk memperkuat literasi masyarakat mengenai UPZ Masjid.

“Keberagaman agenda tersebut menunjukkan bahwa semangat Maulid dapat diterjemahkan dalam banyak bentuk kemaslahatan. Selawat menjadi penguatan spiritual, zakat membuka akses pendidikan, kepenghuluan dan nikah massal memperkuat layanan keluarga, sementara MTQ, ilmu falak, dan edukasi zakat memperluas literasi keislaman,” ujar Abu.

Menurut Abu, seluruh rangkaian tersebut merupakan bagian dari ikhtiar Kemenag di bawah kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah saw., memperkuat persaudaraan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA