Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Pandjaitan mengatakan, hingga pukul 16.00 WIB, terpantau sebanyak 2.479
hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi.
"Luas lahan terbakar sebesar 7.634 hektare dengan jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut di atas 9 km," kata Berton saat siaran langsung di kanal YouTube BNPB, Minggu 23 Agustus 2026.
Untuk operasi darat, sebanyak 10.700 personel telah dikerahkan. BNPB juga telah mendukung peralatan satgas di Kalteng dengan 1.123 unit pompa, lima unit motor trail karhutla, 133 set alat pelindung diri (APD), 29 unit tangki
water storage, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.
Namun, penanganan di lapangan menghadapi kendala serius karena sejumlah titik api berada jauh dari sumber air.
"Beberapa titip api jauh dari sumber air. Dan sumber air yang digunakan untuk pemadaman mulai mengering," kata Berton.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim darat membuat saluran sedot kanal dari Sungai Kahayan sepanjang 1,8 kilometer dengan lebar empat meter dan kedalaman dua meter.
Saluran tersebut digunakan untuk mengalirkan sumber air guna mendukung satgas darat melakukan pemadaman. Petugas juga melakukan penyekatan agar kepala api tidak meluas ke wilayah lainnya.
Untuk operasi udara, disiapkan 10 pesawat yang terdiri atas armada patroli udara dan helikopter waterbombing.
BNPB juga telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada sejumlah periode sebelumnya sebagai bagian dari upaya mendukung penanganan karhutla di Kalteng.
BERITA TERKAIT: