Data terbaru dari BNPB menunjukkan dampak yang cukup luas, di mana sebanyak 1.378 sekolah di wilayah tersebut mengalami kerusakan akibat guncangan. Kerusakan fisik ini tentu mengganggu ritme kehidupan ribuan warga sekolah.
Berdasarkan laporan, terdapat 5.521 ruang kelas yang mengalami kerusakan serta 502 unit bangunan fasilitas sekolah yang masuk dalam kategori rusak berat.
Di balik angka-angka tersebut, terdapat 177.678 siswa dan 21.166 guru serta tenaga kependidikan yang kini harus beradaptasi dengan kondisi darurat ini.
Pemerintah bersama pihak terkait bergerak cepat untuk memastikan keberlangsungan pendidikan tetap terjaga meski dalam keterbatasan.
Langkah mitigasi darurat telah diterapkan sesuai kondisi lapangan: sebanyak 923 sekolah terpaksa memberlakukan libur sementara demi keselamatan, 35 sekolah mulai memanfaatkan ruang darurat untuk proses pembelajaran, dan 171 sekolah beralih menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Saat ini, hanya 30 sekolah yang dilaporkan masih mampu menjalankan aktivitas kegiatan belajar mengajar secara normal.
Meskipun tantangan di lapangan sangat berat, komitmen untuk memulihkan sarana pendidikan menjadi prioritas utama.
Progres pendataan kerusakan yang telah mencapai 92 persen menjadi langkah krusial agar proses rehabilitasi fisik dapat segera dilaksanakan.
Upaya kolektif ini diharapkan dapat segera mengembalikan rasa aman dan semangat belajar para siswa di Flores, mengingat pendidikan adalah hak setiap anak yang tidak boleh terputus, bahkan dalam situasi bencana sekalipun.
BERITA TERKAIT: