Kondisi tersebut terjadi di 19 titik yang tersebar di Kecamatan Setu dan Serpong hingga Jumat 21 Agustus 2026.
Penata Pelayanan Operasional Danton Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel, Dian Wiryawan, mengatakan sebagian besar titik kekeringan berada di Kecamatan Setu.
"Jumlah titik kekeringan 19 titik, terdiri dari 15 titik di Kelurahan Keranggan Kecamatan Setu (RT 002/001, RT 004/002, RT 001/001, RT 013/005, RT 003/001, RT 006/002, RT 005/002, RT 012/005, RT 009/005, RT 009/004, RT 011/005, RT 010/005, RT 014/003, RT 008/003, RT 010/004), dua titik di Kademangan Kec. Setu (UPTD SDN 02 Kademangan dan RT 006/002), satu titik di Muncul Kec. Setu (RT 001/001), dan satu titik di Kelurahan Serpong (RT 006/004)," kata Dian kepada RMOL, Jumat 21 Agustus 2026.
Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, pemerintah telah menyalurkan 479.450 liter air bersih. Distribusi air dilakukan sejak Juli 2026 dan akan terus dilanjutkan hingga kondisi pasokan air masyarakat kembali normal.
"Iya kami akan tetap mendistribusikan air bersih semampunya kami dan sampai masyarakat air di kerannya sudah aman keluar," ujar Dian.
Penyaluran air bersih tersebut didukung sejumlah pihak, antara lain DLH Tangsel, DCKTR Tangsel, Sinar Mas Land, Damkar Tangsel, BBWSCC, PMI Tangsel, DMC Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Pelopor, TNI AD, serta Kemitraan Kepolisian Cisauk.
BERITA TERKAIT: