Hal mengemuka usai Komisi E DPRD DKI Jakarta meninjau kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin 21 September 2026.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga Koordinator Komisi E Rany Mauliani mengatakan, Planetarium Jakarta mempunyai nilai sejarah yang kuat sebagai sarana pendidikan bagi anak-anak.
“Waktu (saya) kecil, ini adalah ikonnya pendidikan untuk anak-anak sekolah,” ujar Rany.
Menurut dia, keberadaan planetarium merupakan fasilitas edukasi yang bernilai. Tidak semua negara memiliki sarana serupa. Karena itu, fasilitas tersebut perlu pemeliharaan.
Harapannya, Planetarium Jakarta terus berkembang. Sehingga, anak-anak Jakarta memiliki ruang edukasi.
“Sehingga anak-anak Jakarta bisa menikmati Planetarium, seperti kita menikmati pada hari ini,” kata Rany.
Kawasan TIM secara keseluruhan mengalami perubahan signifikan dibandingkan masa lalu. Perkembangan itu perlu diikuti dengan pemeliharaan dan peningkatan fasilitas secara berkelanjutan.
“Ini sudah luar biasa, sayang kalau tidak di-
maintenance, tidak di-
upgrade,” kata Rany.
Ia mendorong TIM dan Planetarium Jakarta semakin kuat sebagai kawasan wisata edukasi.
“Harus bisa jadi ikon wisata edukasi untuk masyarakat DKI Jakarta,” kata Rany.
Ketua Komisi E M. Subki juga memberikan sejumlah masukan terkait fasilitas Planetarium Jakarta. Di antaranya terkait kualitas tata suara saat pertunjukan.
“Untuk Planetarium cukup bagus. Cuma mungkin ada sedikit masukan dari
sound, kurang
jreng,” kata Subki.
Begitu pula tentang konten. Planetarium Jakarta harus lebih beragam. Variasi konten bisa meningkatkan ketertarikan anak-anak untuk datang dan belajar.
“Filmnya, kontennya kalau bisa beragam, jangan cuma satu konten,” kata Subki.
Ia menilai, masyarakat Jakarta perlu memanfaatkan Planetarium Jakarta secara optimal. Sarana pembelajaran di luar sekolah.
“Ini sangat-sangat menarik ya, bagus untuk edukasi anak-anak kita,” pungkas Subki.
BERITA TERKAIT: