Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ketika Aryodamar bersama dua wartawan lainnya hendak berpindah dari lokasi acara menuju tenda media untuk mencari sinyal.
"Kami sempat salah jalan, ke arah pintu masuk. Jadi disuruh ke arah pintu keluar yang benar. Nah pas lagi nyari akses yang benar itu, saya sempat merasa disenggol orang. Gak lama dari situ daya sadar hp (iPhone 13) saya hilang,” katanya saat ditemui di lokasi.
Menyadari telepon genggamnya hilang, Aryodamar langsung melapor kepada petugas kepolisian yang berjaga di kawasan Monas.
Dari laporan tersebut diketahui bahwa Aryodamar bukan satu-satunya korban. Sedikitnya tiga orang lainnya juga melaporkan kehilangan barang berharga dalam acara yang sama.
"Ternyata di sana ada tiga orang lain yang juga kehilangan. Mereka ada yang kehilangan dompet dan hp. Lalu kami dibawa satu mobil ke Polsek Gambir untuk buat laporan," ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Gambir AKBP Agus Ady Wijaya membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari Aryodamar beserta korban lainnya.
"Anggota sudah melayani korban dan membuatkan laporan. Selanjutnya kami akan mengusut dan mengejar pelaku," kata Agus.
Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dugaan pencopetan yang terjadi di tengah keramaian acara Zikir dan Doa Kebangsaan tersebut.
BERITA TERKAIT: