Selain menjadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil tetap dipercaya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Marcus Mekeng menilai posisi baru tersebut memiliki tugas strategis dalam mendorong kebijakan hilirisasi sumber daya alam, khususnya sektor pertambangan.
"Ya, dengan diangkatnya Pak Bahlil sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, dia mempunyai tugas memikirkan dan membuat kebijakan terhadap program value added terhadap tambang kita," kata Mekeng kepada wartawan, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menurut legislator Partai Golkar itu, hilirisasi harus diarahkan untuk mengoptimalkan manfaat sumber daya tambang bagi negara.
Tak hanya meningkatkan pendapatan negara, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan serta memperkuat kedaulatan energi.
"Tujuannya agar dapat mengoptimalisasi pendapatan buat negara, penciptaan lapangan pekerjaan, dan kedaulatan energi secara keseluruhan," ujar Mekeng.
Bahlil dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.
Dalam pelantikan tersebut, Bahlil mengucapkan sumpah jabatan dengan dituntun Presiden Prabowo.
"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," demikian sumpah jabatan yang diucapkan Bahlil.
BERITA TERKAIT: