Keputusan tersebut disampaikan Pramono saat meninjau langsung kondisi sekolah yang rusak parah itu, Jumat, 24 Juli 2026.
Turut mendampingi Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Subkhi, serta sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta.
"Saya minta untuk ada tim investigasi dan sekaligus tim inventarisasi untuk pembangunan ke depan beberapa gedung yang ada," kata Pramono.
Selain mengusut penyebab ambruknya bangunan, tim tersebut juga akan melakukan inventarisasi terhadap gedung-gedung sekolah yang dinilai rawan agar dapat diprioritaskan dalam program rehabilitasi maupun pembangunan.
Pramono menilai pengawasan pembangunan gedung sekolah harus diperkuat. Karena itu, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) bersama Dinas Bina Marga akan dilibatkan untuk mendampingi Dinas Pendidikan dalam proses pembangunan.
"Karena dulu pembangunan seperti ini semuanya di bawah Dinas Pendidikan. Sekarang kita perbantukan karena di Dinas Pendidikan tidak semuanya punya keahlian untuk membangun. Akan ada pendamping dari Citata dan Bina Marga," ujarnya.
Di saat yang sama, Pramono memastikan pembangunan kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09 tetap berjalan. Proses rehabilitasi ditargetkan mulai paling lambat September 2026 setelah seluruh tahapan administrasi, termasuk penghapusan aset bangunan yang rusak, diselesaikan.
Pembangunan sekolah tersebut dianggarkan sebesar Rp48,1 miliar dan diproyeksikan rampung dalam waktu sekitar 10 bulan.
BERITA TERKAIT: