Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino bersama Anggota Komisi E Chicha Koeswoyo saat meninjau lokasi sekolah tersebut, Kamis 23 Juli 2026.
Wibi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat, khususnya para orangtua siswa atas gangguan proses belajar mengajar akibat kerusakan fasilitas pendidikan selama dua tahun.
“Permasalahan ini yang sepatutnya memang tidak terjadi,” kata Wibi, dikutip dari laman DPRD DKI.
Sementara, skema pembelajaran siswa selama bangunan gedung terbengkalai, dialihkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 pada siang hari. Kondisi demikian berdampak nyata pada efektivitas waktu pembelajaran siswa.
Cara tersebut, kata Wibi, menjadi solusi konkret. Tidak hanya menunggu proses pembangunan yang memakan waktu cukup panjang.
“Siswa-siswa harus tetap mendapatkan pembelajaran yang maksimal, optimum, dan kami mendorong itu,” kata Wibi.
Selain itu, Wibi meminta Pemprov DKI Jakarta agar mengalokasikan anggaran pembangunan ulang gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026.
“Ini adalah anggaran prioritas,” pungkas Wibi.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan Santoso menjelaskan, kronologi gedung ambruk terjadi di tengah kondisi cuaca ekstrem pada 2024.
“Ambruknya ruangan kelas SDN Kebayoran Lama Selatan 09 terjadi pada tanggal 27 November 2024. Memang situasinya waktu itu hujan lebat. Alhamdulillah sedang libur karena ada Pilkada,” kata Santoso.
BERITA TERKAIT: