Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan, penetapan tersebut dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dan tanpa intervensi.
"Panselnya tidak bisa diintervensi. Sangat kredibel. Sampai akhir waktu saya mendapatkan laporan nilai tertinggi memang diperoleh oleh Pak Handi," kata Agustina dalam keterangan tertulis, Selasa 19 Mei 2026.
Seleksi terbuka Sekda Kota Semarang dilaksanakan secara transparan dengan melibatkan panitia seleksi independen baik birokrat maupun akademisi.
Seluruh tahapan, mulai seleksi administrasi, uji gagasan tertulis, asesmen kompetensi, rekam jejak hingga wawancara akhir, juga telah memperoleh rekomendasi resmi Badan Kepegawaian Negara.
Agustina pun memastikan seluruh prosedur dilaksanakan secara utuh tanpa tahapan yang dilompati.
"Tentu mekanisme yang dijalani sudah sesuai. Selain itu juga prosesnya utuh. Di Kota Semarang ini untuk administrasinya komplit," ujarnya.
Ia menambahkan, Sekda definitif akan langsung dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah strategis, antara lain percepatan penanganan banjir dan genangan, pengawalan pelaksanaan MTQ tingkat nasional agar kawasan Simpang Lima bebas banjir, integrasi layanan digital Semarang Dalam Genggaman, serta penguatan koordinasi lintas perangkat daerah untuk menurunkan angka stunting, kemiskinan, dan putus sekolah.
"Kita punya PR besar, Pak Handi dan teman-teman. Akan ada MTQ, tuan rumahnya Kota Semarang. Ini tantangan pertama untuk dapat mengorkestrasi teman-teman bagaimana caranya Simpang Lima ini tidak banjir," pungkasnya.
Handi Priyanto sebelumnya berkarier panjang di Pemerintah Kota Malang dan terakhir menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Malang.
BERITA TERKAIT: