Indeks pan-Eropa STOXX 600 berakhir nyaris tidak berubah di level 622, sementara Euro STOXX 50 naik 0,3 persen ke 6.080. Sektor siklikal dan industri mencatat penguatan seiring meredanya imbal hasil obligasi Eropa dan berkurangnya kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi.
Saham-saham sektor teknologi menjadi salah satu penopang utama pasar dengan STMicroelectronics naik sekitar 4 persen setelah optimisme dari CEO Nvidia, Jensen Huang, memicu reli lanjutan pada sektor semikonduktor global.
Saham sektor barang mewah juga menguat, dengan Hermès, Ferrari, LVMH, Moncler, dan L'Oréal mencatat kenaikan di tengah membaiknya selera risiko investor.
Meski demikian, sejumlah indeks utama masih berada di zona negatif.
Di Jerman, indeks DAX turun 0,6 persen ke 24.642, terbebani pelemahan saham kimia setelah Goldman Sachs memangkas rekomendasi beberapa emiten sektor tersebut.
Di Prancis, CAC 40 terkoreksi 0,2 persen ke level 8.199. Pelemahan dipimpin sektor keuangan dan industri, dengan BNP Paribas, Société Générale, Airbus, dan Safran berada di wilayah negatif.
Sebaliknya, FTSE MIB Italia menjadi salah satu indeks dengan kinerja terbaik, naik 0,6 persen ke 50.208. Penguatan didorong lonjakan saham perbankan di tengah meningkatnya aktivitas merger dan akuisisi. Banca Monte dei Paschi di Siena (MPS) yang melesat 13 persen.
Di Inggris, FTSE 100 berhasil ditutup sedikit menguat dan mencatat kenaikan harian ketiga berturut-turut.
Secara keseluruhan, pasar Eropa menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian geopolitik. Dukungan dari sektor teknologi dan barang mewah berhasil mengimbangi tekanan pada saham kimia, keuangan, dan industri, sehingga mayoritas indeks mampu memangkas kerugian yang sempat terjadi pada awal perdagangan.
BERITA TERKAIT: