Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Kamis, 07 Mei 2026, 02:02 WIB
Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah
Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta, Jupiter. (Foto: Istimewa)
rmol news logo Potensi pendapatan sektor parkir menjadi perhatian Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta dalam pembahasan parkir off street di Jakarta.

Pansus mendorong digitalisasi sistem parkir untuk memperkuat pencatatan transaksi. Termasuk menutup potensi kebocoran pendapatan daerah.

Ketua Pansus Jupiter mengatakan, digitalisasi menjadi kebutuhan mendesak dalam pembenahan parkir off street. Seluruh operator parkir harus menggunakan sistem pembayaran nontunai.

“Digitalisasi wajib dilakukan. Semua operator wajib menggunakan sistem pembayaran cashless,” kata Jupiter, dikutip dari laman DPRD DKI Jakarta, Rabu 6 Mei 2026.

Ia menilai, parkir off street memiliki potensi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Banyak gedung di Jakarta punya area parkir yang dikelola operator.

Karena itu, Pansus meminta pengawasan pendapatan tidak lagi bergantung pada pencatatan manual. 

“Kami ingin PAD dari parkir off street tidak lagi bocor,” kata Jupiter.

Selain pembayaran nontunai, Pansus juga menyoroti penerapan Electronic Transaction Parking Tax (E-TRAPT) secara real time oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Pansus telah merekomendasikan penerapan sistem tersebut sejak 12 November 2025. Melalui sistem digital, kendaraan yang masuk dan keluar area parkir dapat tercatat lebih akurat.

“Kami sudah merekomendasikan agar E-TRAPT segera dipasang sehingga seluruh kendaraan masuk dan keluar dapat terdata secara real time,” kata Jupiter.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA