Hal ini disampaikan Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin dalam pembahasan KUA-PPAS APBD DKI 2027 bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa 28 Juli 2026.
Meski demikian, ungkap Budi, sistem tersebut masih dioperasikan secara manual. Menurutnya, perlu integrasi dengan CCTV berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menghitung volume kendaraan secara otomatis.
“Sistem ini secara otomatis memvalidasi jumlah kendaraan keluar masuk dengan data transaksi yang tujuannya untuk mencegah kebocoran,” kata Budi.
Selain itu, tambah Budi, butuh peremajaan sistem parkir tepi jalan (on-street), seperti di Jalan Sabang. Alat yang berada di lokasi itu sudah tak layak.
Tak hanya itu, penggunaan metode pembayaran digital seperti QRIS atau EDC juga perlu pembaruan yang lebih modern.
“Kami sedang menguji coba berbagai inovasi sistem perparkiran modern berbasis tap otomatis yang lebih cepat dan efisien,” pungkas Budi.
BERITA TERKAIT: