Tiga korban luka-luka itu, dua orang dari pihak petugas parkir dan satu orang dari pihak debt collector akibat terkena senjata tajam temannya.
Berdasarkan informasi, bentrokan bermula saat debt collector mendatangi parkiran kafe Jalan Basuki Rahmat pada Sabtu dini hari. Mereka bermaksud menarik mobil milik salah satu pegawai kafe.
Namun, pihak debt collector diduga saat itu belum bisa menunjukkan suratnya. Kemudian dibantu mediasi dengan petugas parkir dan sekuriti.
Namun ujung-ujungnya pihak debt collector dan valet sama-sama tersinggung. Tak lama kemudian terjadi bentrok antara debt collector dan petugas parkir.
Awalnya saling serang atau saling pukul menggunakan tangan. Namun, pihak debt collector diduga membawa sajam melakukan pembacokan.
Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya membenarkan adanya kejadian bentrokan di area parkir kafe Jalan Basuki Rahmat tersebut.
"Yang terlibat ricuh valet sama debt collector. Jadi yang kena korban anak valet. Yang laporan dari pihak valet," kata Iptu Vian, Minggu 27 Juli 2026.
Iptu Vian menegaskan untuk pelaku pembacokan masih dalam proses penyelidikan.
"Masih proses lidik," kata Iptu Vian.
Sementara usai kejadian bentrokan tersebut, pihak korban yang mengalami luka bacok diduga merupakan kelompok salah satu peguruan silat.
Pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, massa diduga dari teman kelompok korban valet melakukan sweeping kelompok DC di jalanan dan markas debt collector di Surabaya.
Kelompok teman valet dari peguruan silat dikabarkan nyaris bentrok dengan kelompok debt collector di kawasan Jalan Pandegiling, Jalan Teuku Umar dan Jalan Diponegoro Surabaya. Namun aksi tersebut dapat dicegah atau dilerai oleh pihak Polrestabes Surabaya.
BERITA TERKAIT: