Sebelum tenda roboh, cuaca di lokasi diguyur hujan deras. Para tamu undangan berupaya berteduh di bawah tenda.
"Namun, struktur penyangga tidak mampu menahan beban hingga akhirnya ambruk," kata Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Hendro Prayitno dikutip dari
RMOLJateng.
Tercatat ada sembilan orang warga terluka. Mereka merupakan warga Desa Gempantar, yang hadir sebagai tamu karena memiliki hubungan keluarga atau besanan dengan tuan rumah.
Lima korban sempat menjalani perawatan di puskesmas dan sudah diperbolehkan pulang. Sementara itu, empat korban lainnya dirujuk ke rumah sakit, dengan tiga di antaranya sudah dipulangkan dan satu korban masih menjalani rawat inap.
"Pemerintah Kabupaten Karanganyar memastikan seluruh korban, khususnya dalam insiden tratak ambruk, mendapatkan layanan pengobatan secara gratis," kata Hendro.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun menggelar kegiatan dengan fasilitas sementara seperti tenda.
BERITA TERKAIT: