Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat 3 April 2026.
“Lebaran Betawi menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk bersilaturahmi, merawat tradisi, sekaligus memperkuat persatuan warga dalam suasana hari raya,” kata Uus.
Uus menjelaskan, Lebaran Betawi yang telah digelar sejak 2008 kini memasuki penyelenggaraan ke-18. Kegiatan ini terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan Betawi, sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang berakar pada kearifan lokal.
Mengusung tema “Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang halalbihalal akbar, tetapi juga menghadirkan ruang inklusif bagi masyarakat untuk menikmati beragam atraksi budaya dan hiburan khas Betawi.
Perayaan tahun ini diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta bersama Bamus Betawi, Majelis Kaum Betawi, serta berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga dan mengembangkan budaya Betawi.
Menurut Uus, pemilihan Lapangan Banteng sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada nilai sejarahnya sekaligus posisinya sebagai salah satu ikon Jakarta, serta ketersediaan ruang publik yang memadai untuk kegiatan budaya berskala besar.
“Selain itu, lokasinya strategis dan memadai untuk kegiatan budaya berskala besar,” kata Uus.
BERITA TERKAIT: