Pada penutupan perdagangan Rabu, 3 Juni, 2026, waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 620,72 poin atau 1,21 persen ke level 50.687,07. Indeks S&P 500 turun 0,74 persen ke 7.553,68, mengakhiri reli sembilan hari berturut-turut. Sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melemah 0,89 persen menjadi 26.853,98.
Kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor utama yang membebani pasar. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,41 persen menjadi 96,02 Dolar AS per barel, sedangkan minyak Brent menguat 1,89 persen ke 97,81 Dolar AS per barel. Harga energi melonjak setelah eskalasi terbaru dalam konflik AS-Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.
Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS juga meningkat. Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun mendekati 4,5 persen, sedangkan tenor 30 tahun mendekati 5 persen. Kenaikan ini terjadi setelah data tenaga kerja dan aktivitas sektor jasa AS menunjukkan ekonomi masih cukup kuat, sehingga pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI), yang sebelumnya menjadi motor penguatan pasar, turut mengalami tekanan. Nvidia dan Dell Technologies masing-masing turun lebih dari 3 persen, Oracle merosot lebih dari 5 persen, sementara Microsoft melemah sekitar 3 persen.
Di sisi lain, beberapa saham mencatat pergerakan signifikan. GameStop melonjak 6 persen setelah melaporkan pertumbuhan pendapatan kuartal pertama sebesar 14 persen menjadi 835,3 juta Dolar AS dan mengumumkan program pembelian kembali saham (buyback) senilai 2 miliar Dolar AS. Laba bersih perusahaan juga melonjak menjadi 389,6 juta Dolar AS dari 44,8 juta Dolar AS pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, saham perusahaan komputasi kuantum seperti Rigetti Computing, D-Wave Quantum, dan IonQ mengalami aksi ambil untung setelah reli pada sesi sebelumnya. IBM juga turun lebih dari 7 persen, ikut menekan kinerja Dow Jones.
BERITA TERKAIT: