Berdasarkan data periode 13 hingga 21 Maret 2026, jumlah pengguna transportasi umum tercatat mencapai hampir 11 juta orang, tepatnya sebanyak 10.887.584 orang.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menyatakan bahwa meskipun volume pemudik cukup tinggi, situasi di lapangan tetap terkendali.
"Moda transportasi terbanyak yang digunakan masyarakat hingga saat ini masih didominasi oleh kereta api," ujarnya, dikutip di Jakarta Rabu 25 Maret 2025.
Data kumulatif menunjukkan pembagian penggunaan moda transportasi sebagai berikut.
- Kereta Api: Menjadi primadona dengan jumlah 3.349.343 orang
- Angkutan Penyeberangan: Menempati posisi kedua dengan 2.664.004 orang
- Angkutan Udara: Digunakan oleh 2.397.192 orang
- Angkutan Bus: Mengangkut sebanyak 1.693.931 orang
- Angkutan Laut: Tercatat sebanyak 783.114 orang
Dari sisi ketepatan waktu, layanan perkeretaapian mencatat performa terbaik dengan tingkat ketepatan di atas 97 persen, diikuti angkutan laut dan penyeberangan.
Sementara itu, angkutan udara, terutama internasional, serta bus masih menghadapi tantangan dengan tingkat ketepatan yang lebih rendah.
Menjelang arus balik, masyarakat diimbau untuk datang lebih awal, menyiapkan dokumen perjalanan, membawa barang secukupnya, menjaga kondisi kesehatan, serta menggunakan layanan transportasi resmi.
Dengan koordinasi yang baik dan kepatuhan masyarakat, arus mudik dan balik diharapkan tetap berjalan lancar.
BERITA TERKAIT: