Wakil Ketua FAKTA Indonesia, Azas Tigor Nainggolan menilai banjir tersebut bukan sekadar akibat hujan deras. Ia menyoroti adanya potensi masalah serius pada sistem drainase dan aliran sungai.
"Ada masalah pada sistem drainase dan aliran sungai yang tidak berjalan dengan baik,” kata Tigor melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin 23 Maret 2026.
Tigor menjelaskan bahwa kondisi di hulu tidak sejalan dengan situasi di hilir. Wilayah hilir seperti Penas hingga Banjir Kanal Timur (BKT) tidak mengalami peningkatan debit air yang signifikan.
Hal ini mengindikasikan adanya hambatan di tengah jalur aliran. Akibatnya, air meluap di kawasan hulu dan menggenangi permukiman warga dalam waktu lama.
Banjir tersebut tidak hanya berdampak pada permukiman warga, tetapi juga mengganggu infrastruktur vital.
Ruas Tol Jagorawi KM 12 arah Jakarta dilaporkan mengalami kemacetan parah akibat genangan air. Kejadian ini berlangsung pada hari pertama Lebaran, saat mobilitas masyarakat sedang tinggi.
Situasi ini memperparah dampak banjir karena menghambat arus kendaraan dan distribusi logistik.
“Ini menjadi alarm bahwa ada kerusakan yang tidak ditangani dengan baik,” kata Tigor.
BERITA TERKAIT: