Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, dalam keterangan resminya, sesaat lalu.
“Ketinggian hilal diperkirakan berada pada kisaran 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik. Sementara sudut elongasi hilal berkisar antara 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik,” ungkap Abu.
Ia juga menyebutkan bahwa ijtimak atau konjungsi menjelang Syawal 1447 H diperkirakan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB.
Meski demikian, pemerintah tetap menunggu hasil pengamatan langsung atau rukyatul hilal sebelum menetapkan 1 Syawal.
“Penetapan awal Syawal 1447 H tetap menunggu laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah yang kemudian dibahas dalam sidang isbat,” ujarnya.
Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang muncul di ufuk barat setelah konjungsi (bulan baru/ijtimak) dan teramati setelah matahari terbenam, menjadi penanda dimulainya bulan baru dalam kalender Hijriah.
BERITA TERKAIT: