Namun, di balik euforia berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, tersimpan kekhawatiran klasik: bagaimana memastikan keamanan kediaman yang ditinggalkan
Mengingat tingginya gelombang keberangkatan dari kawasan urban, lingkungan perumahan kerap menjadi sepi, menjadikannya target empuk bagi sindikat pencurian spesialis rumah kosong.
Menurut data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Polri, laporan kejahatan pencurian dengan pemberatan (curat) yang mayoritas menyasar properti kosong secara nasional masih mencatatkan angka puluhan ribu kasus (Pusiknas Polri, 2025).
Berangkat dari fakta tersebut, menerapkan tips meninggalkan rumah saat mudik secara komprehensif bukan lagi sekadar anjuran, melainkan sebuah prosedur wajib.
Berikut adalah langkah-langkah strategis yang harus Anda lakukan.
1. Kunci Ganda dan Pengecekan Akses MasukPastikan seluruh akses utama—mulai dari pintu depan, jendela, hingga pintu belakang—terkunci rapat.
Gunakan gembok berkualitas tinggi atau terapkan sistem kunci ganda (
double lock). Jendela garasi atau pintu samping yang jarang dibuka sering kali menjadi titik buta (
blind spot) yang dimanfaatkan pelaku.
2. Antisipasi Kebakaran: Cabut Listrik dan GasSelain ancaman pencurian, musuh terbesar rumah kosong adalah kebakaran akibat korsleting. Cabut seluruh steker peralatan elektronik seperti televisi, dispenser, dan pendingin ruangan.
Selain itu, lepaskan regulator dari tabung gas dan pastikan sirkulasi udara di dapur cukup baik untuk menghindari akumulasi gas jika terjadi kebocoran.
3. Instalasi Lampu Otomatis (Timer)Salah satu indikator utama yang memancing pencuri adalah lampu teras yang menyala terus-menerus di siang hari. Siasati hal ini dengan memasang lampu berbasis
timer atau sensor cahaya (
photocell).
Lampu akan menyala otomatis saat gelap dan mati saat matahari terbit, memberikan ilusi bahwa rumah tersebut tetap berpenghuni.
4. Optimalisasi Kamera PengawasJika anggaran memungkinkan, pasang kamera CCTV pintar yang terhubung langsung dengan ponsel Anda. Arahkan kamera ke titik-titik vital seperti gerbang utama dan ruang tamu untuk memantau kondisi aset secara
real-time dari kampung halaman.
5. Lapor RT/RW dan Satpam SetempatLangkah krusial yang pantang dilewatkan adalah melapor kepada Ketua RT, pengurus RW, atau petugas keamanan kompleks. Informasikan rentang waktu kepergian Anda dan berikan nomor kontak darurat yang aktif.
Di banyak wilayah, aparat kepolisian tingkat Polsek setempat secara rutin membuka layanan patroli khusus dan penitipan kendaraan gratis bagi warga yang mudik.
6. Terapkan Puasa Jejak DigitalHindari mengunggah foto
boarding pass, tiket perjalanan, atau lokasi Anda secara
real-time di media sosial.
Jejak digital yang mempublikasikan bahwa kediaman Anda sedang kosong berisiko memicu niat buruk pihak yang memantau linimasa Anda.
Terapkan berbagai tips meninggalkan rumah saat mudik di atas, agar perjalanan Anda lancar dan momen berharga bersama keluarga tidak terganggu oleh rasa waswas.
Bagikan artikel panduan ini kepada grup keluarga dan kerabat Anda agar mereka juga dapat merencanakan mudik yang aman, tenang, dan minim risiko!
BERITA TERKAIT: