Program kemaslahatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Rumah Zakat sebagai mitra dan telah berlangsung sejak September 2025.
Serah terima ini disampaikan di Jakarta pada Kamis, 12 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya menjadikan fasilitas tersebut pusat riset dan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Pembangunan fasilitas ini bertujuan mengintegrasikan teori akademik dengan praktik industri serta mendukung penguatan ekonomi syariah nasional.
Anggota Dewan Pengawas BPKH Mulyadi menegaskan investasi di sektor pendidikan menjadi kunci keberlanjutan ekonomi syariah.
"Pusat kajian ini bertujuan mencetak talenta ekonomi syariah yang kompeten melalui teori dan praktik yang aplikatif," ujar Mulyadi.
BPKH berharap kehadiran pusat ini dapat meningkatkan literasi ekonomi syariah masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri halal global.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: