Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem menyatakan dalam sepekan terakhir melobi sejumlah kementerian di Jakarta guna mengantisipasi potensi kekurangan pasokan daging di daerah tersebut.
“Secara khusus pada Senin, 19 Januari, Gubernur Aceh bertemu dengan Menteri Perdagangan dan didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh. Pertemuan ini menitikberatkan pada upaya pemenuhan kebutuhan daging Aceh karena pasokan lokal dipastikan terganggu akibat bencana banjir dan longsor,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA dikutip
Kantor Berita RMOLAceh, Kamis, 22 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pertemuan tersebut dilakukan antara Gubernur Aceh dan Menteri Perdagangan Budi Santoso dengan agenda utama membahas langkah-langkah antisipasi kekurangan daging dalam waktu dekat, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh menjelang Meugang.
Sebagai tindak lanjut, Gubernur Aceh telah meminta Perusahaan Pembangunan Aceh (PEMA) untuk berperan aktif menindaklanjuti hasil pembahasan dengan kementerian dan lembaga terkait, terutama yang berkaitan dengan kuota serta perizinan impor daging guna menjaga stabilitas pasokan.
“Untuk pemenuhan kebutuhan daging tahun 2026, terutama menghadapi tradisi Meugang, PEMA akan menggunakan mekanisme kerja sama bisnis ke bisnis (B to B) dengan BUMN atau perusahaan yang telah memiliki kuota impor daging,” ujar MTA.
Saat ini, lanjut MTA, PEMA tengah melakukan sejumlah pertemuan lanjutan dengan kementerian dan lembaga terkait sebagai bagian dari percepatan pemenuhan kebutuhan daging di Aceh. Langkah tersebut diharapkan dapat menjamin ketersediaan daging secara tepat waktu dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan data Pemerintah Aceh, kebutuhan daging di Aceh pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 9.618 ton. Sementara itu, pada Meugang tahun 2025, kebutuhan daging rata-rata berada di kisaran 1.000 hingga 1.500 ton, di luar kebutuhan harian masyarakat dan dunia usaha sepanjang tahun.
Muhammad MTA menegaskan, berbagai upaya pemulihan pascabencana terus dilakukan di bawah supervisi ekstra pemerintah pusat. Gubernur Aceh juga mengajak seluruh pihak untuk tetap bersatu bersama masyarakat dalam mendorong Aceh bangkit dan pulih dari dampak bencana yang melanda.
BERITA TERKAIT: