Namun bagi Yanah Yasin (51), semua rintangan itu dilaluinya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Bersama sang suami tercinta, pasangan ini mulai menabung sejak 2013, memupuk harapan untuk suatu hari bisa menjejakkan kaki di Tanah Suci.
Namun sayangnya, takdir berkata lain. Suami Yanah Yasin meninggal dunia pada tahun 2021, sebelum sempat berangkat menunaikan ibadah haji.
“Ini janji kami sejak lama. Meski beliau tak bisa menemani secara fisik, saya yakin doa dan semangatnya selalu bersama saya di sini, di tanah suci ini,” kata Yanah kepada wartawan di Arab Saudi, Jumat 5 Juni 2025.
Kini, Yanah melanjutkan perjalanan haji itu bersama anak bungsunya, Muhammad Andhika Rahman (21). Ia tergabung dalam kloter 9 gelombang pertama jemaah haji Indonesia dari Embarkasi Pondok Gede (JKG 9), yang diberangkatkan pada 3 Mei 2025.
Yanah mengaku merasakan pelayanan luar biasa sejak dari asrama haji hingga tiba di Madinah dan Mekkah.
“Alhamdulillah, semua lancar. Pelayanan kesehatan, makanan, hotel, semuanya memuaskan. Bahkan saat sampai, kami disambut dengan Al-Qur’an, sajadah, dan tasbih digital. Saya merasa dimuliakan,” kata Yanah.
Hotel tempat mereka menginap pun sangat dekat dengan Masjid Nabawi, sebuah keberkahan tersendiri yang membuatnya terharu.
“Tahun ini pengawasan sangat ketat. Kartu Nusuk wajib dibawa kalau ingin masuk ke Raudhah atau Masjidil Haram. Tanpa itu, tidak bisa masuk ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” kata Yanah.
Kini, Yanah dan jutaan jamaah lainnya sedang berada di Mina untuk melempar jumrah.
“Saya hanya ingin pulang membawa haji yang mabrur, dan semoga almarhum suami saya juga mendapat pahala dari niat dan perjalanan ini," kata Yanah penuh harap.
BERITA TERKAIT: