"Evaluasinya memang belum membuahkan hasil yang baik, seperti harapan kita bersama," ungkap Riza di Kantor PMI DKI Jakarta, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (2/2).
Menurut pria yang akrab disapa Ariza itu, ada banyak faktor yang membuat PPKM belum berjalan efektif. Di antaranya akibat libur panjang akhir tahun dan masyarakat yang kemungkinan mulai jenuh.
"Angka penyebaran ini juga tinggi disebabkan oleh tingginya testing yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta," sambung Ariza, dikutip
Kantor Berita RMOLJakarta.
Menurut mantan anggota DPR RI ini, PPKM sesungguhnya punya tujuan yag baik, karena menyeragamkan kebijakan yang ada di pemerintah daerah.
"Ini sangat baik juga substansi materi dari PPKM itu disamakan tidak hanya di Jakarta dan Bodetabek tapi Jawa Bali," jelas Ariza.
Ia pun berharap, kebijakan PPKM ini juga dibarengi dengan peningkatan jumlah fasilitas kesehatan (Faskes), bukan hanya di sekitar Jabodetabek tapi juga Jawa Bali.
"Dengan adanya peningkatan faskes ini membantu percepatan, pencegahan, dan penanganan," tandas Ariza Patria.
Presiden Joko Widodo sebelumnya sudah menyatakan kekecewaannya terkait pelaksanaan PPKM yang dinilai tidak efektif karena tingkat mobilitas masyarakat yang masih tinggi dan jumlah kasus Covid-19 yang tak kunjung menurun.
BERITA TERKAIT: