Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Linmas Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan melalui Command Center 112 memberikan layanan situasi kedaruratan selama 24 jam non stop. Layanan itu tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis.
“Layanan kedaruratan 112 itu tidak dipungut biaya sepersen pun,†terang Eddy saat jumpa pers di Kantor Humas Pemkot Surabaya, seperti dilansir
RMOL Jatim, Kamis (14/2)).
Sayangnya, tambah Eddy, masih saja ada warga yang menggunakan layanan darurat itu hanya sekedar untuk main-main alias iseng.
Misalnya, laporan kebakaran di suatu lokasi, namun setelah dicek ternyata nihil. Bahkan, kadang juga ada masyarakat yang hanya sekedar mencoba-coba layanan 112 tersebut.
“Ada juga yang menelpon hanya untuk bertanya seperti siapa nama kepala dinas. Ada juga yang telpon terus diam. Ada juga yang telpon terus terdengar suara ngaji,†ujarnya.
Ia mengimbau seluruh masyarakat agar memanfaatkan layanan 112 hanya untuk kondisi darurat saja. Sebab, ketika masyarakat menghubungi layanan 112, hanya ada 17 line telpon yang tersambung, sehingga ketika banyaknya telpon masuk secara bersamaan otomatis sebagian panggilan masuk akan tertahan dan terekam dalam database.
“Dengan pengalaman-pengalaman dari kejadian kemarin, kami mohon kepada warga untuk tidak menghubungi 112 hanya untuk iseng," pesannya.
Eddy menyampaikan sepanjang tahun 2018 tercatat, angka tertinggi adalah laporan tentang kecelakaan sekitar 12,96 persen. Sementara laporan darurat medis sekitar 8,81 persen, sambungan PDAM sekitar 4,9 persen, PLN 6,8 persen, dan kejadian kebakaran sekitar 3,87 persen.
“Jadi ini evaluasi tahun 2018 sudah kami rekap data-data yang masuk ke kami seperti itu,†ungkapnya.
[yls]
BERITA TERKAIT: