Polda Jateng sendiri telah menurunkan 1.200 personel untuk melakukan patroli bersama TNI dibantu masyarakat selama 24 jam.
"Terutama di jam-jam rawan pukul 2 sampai 5 dinipagi, itu diperlukan kehadiran aparat keamanan. Dengan wilayah yang luas kan tentunya Polri juga butuh bantuan dari masyarakat," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono, Sabtu (9/2).
Polisi, kata Syahar telah mengetahui motif pembakaran, dimana terdapat kesamaan yaitu menggunakan kain yang dibasahi dengan bensin.
Untuk saat ini, masyarakat diminta untuk mendukung upaya pengungkapan kasus ini ketimbang berpolemik adanya unsur politik yang melatarbelakangi kasus pembakaran ini.
"Kan saya sampaikan penyidikan dari Polri dasarnya ada. Nah ini kan ada tindak pidana, jadi wajib bagi Polri untuk mengungkap adanya tindak pidana ini," pungkas Syahar.
[rus]
BERITA TERKAIT: