Blind spot seringkali menjadi faktor utama kecelakaan yang melibatkan Bus TransJakarta. Sebab, semakin besar kendaraan berarti area blind spot semakin besar.
Berkaca dari maraknya kecelakaan antara pengendara sepeda motor dan mobil dengan Bus TransJakarta, Direktur Utama PT TransJakarta Agung Wicaksono mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian internal terkait blind spot.
"Kami minta kepada operator menangani ke depannya kita lihat dari segi aspek safety ada namanya blind spot. Saya lagi minta tim internal untuk mengkaji bagaimana caranya orang di luar apakah motor, apakah mobil itu bisa tahu," jelasnya di Balai Kota, Senin (4/2).
Dengan adanya kajian blind spot, nantinya diharapkan pengemudi Bus TransJakarta bisa mengetahui area mana saja yang rawan terjadi gesekan dengan pengendara lain.
"Sehingga dia harus hati-hati. Itu yang lagi dikaji," kata Agung.
Kajian terhadap blind spot juga berangkat dari kasus meninggalnya Widhi (31) pengendara sepeda motor yang bersenggolan dengan Bus TransJakarta di Jalan Banteng Selatan, Sawah Besar pada Jumat lalu (1/2).
[wah]
BERITA TERKAIT: