Peringatan ini merujuk pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah ibu kota.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi seperti genangan, banjir, dan gangguan aktivitas masyarakat.
Ia menyampaikan, pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana untuk mengantisipasi kemungkinan dampak cuaca ekstrem.
“Koordinasi lintas perangkat daerah terus dilakukan, termasuk dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta aparatur kewilayahan, guna memastikan sistem pengendalian banjir dan penanganan darurat berjalan optimal,” ujarnya, Kamis, 22 Januari 2026.
Isnawa juga mengingatkan pentingnya langkah mitigasi mandiri, seperti menyiapkan payung atau jas hujan, tas siaga bencana, serta memantau perkembangan informasi cuaca dan tinggi muka air secara berkala melalui kanal resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan potensi genangan atau banjir dinilai sangat membantu percepatan penanganan di lapangan,” tandasnya.
BPBD DKI Jakarta membuka layanan kedaruratan Jakarta Siaga 112 siap siaga selama 24 jam untuk menerima laporan masyarakat. Maka itu, masyarakat diminta tidak ragu menghubungi layanan tersebut apabila menemukan kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera.
BERITA TERKAIT: